Saturday, March 13, 2004

Busuknye kebencian...ada maksud tersirat...

Seorang Guru taman kanak-kanak telah mengadakan satu "permainan". Si Guru
telah menyuruh tiap-tiap anak muridnya membawa satu kantong plastic
transparen bersama dengan beberapa buah kentang. Kentang-kentang tersebut
akan di beri nama berdasarkan nama orang-orang yang dibenci, jumlah
kentangnya tidak ditentukan berapa...tergantung jumlah orang-orang yang
dibenci.

Pada hari yang tersebut masing-masing murid membawa kentang dalam kantong
plastik. Ada yang berjumlah 2, ada yang 3 bahkan ada yang 5. Sepertimana
perintah si guru mereka, tiap-tiap kentang di beri nama dengan nama-nama
orang yang dibenci.

Seterusnya murid-murid dikehendaki membawa kantong plastik berisi kentang
tersebut kemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun, selama 1
minggu.

Hari berganti hari, kentang-kentang pun mulai membusuk, murid-murid mulai
mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang, selain berat dan baunya juga
tidak menyenangkan. Setelah satu minggu murid-murid tersebut merasa lega
karena penderitaan mereka akan segera berakhir.

Si Guru bertanya: " Bagaimana rasanya membawa kentang2 tersebut selama 1
minggu ?"

Keluarlah keluhan dan rungutan dari murid-murid tersebut, secara umumnya
semua tidak senang dan selesa ketika membawa kentang-kentang busuk tersebut
terutamanya ke mana sahaja mereka pergi.

Si Guru pun menjelaskan apa erti dari "permainan" yang mereka jalankan. Si
Guru berkata : " Seperti itulah kebencian yang selalu kita bawa-bawa apabila
kita tidak dapat memaafkan orang lain. Busuk dan tidak menyenangkan kerana
membawa kentang busuk tersebut kemana saja kita pergi. Itu baru hanya satu
minggu. Bagaimana jika kita membawa (kentang2 busuk) kebencian itu seumur
hidup ? Alangkah tidak menyenangkan dan tersiksanye..."


Moral of the story :

Sempena bulan mulia ini, barang sesiapa yg ada kebencian terhadap orang lain
tu, eloklah dibuangkan dari hati masing2 supaya kita tidak menanggung dosa
sepanjang bulan yg mulia ni…

*********************************************************************

Semoga mendapat iktibar dari kisah di atas

0 Comments:

Post a Comment

<< Home